parestesia (kesemutan) : gejala, dan cara mengobatinya
Parastesia atau kesemutan pasti banyak orang alami dan biaanya itu terjadi kalau kia duduk jongkok terlalu lama.

Kondisi seperti ini selalu terjadi pada area kaki atau tangan kita dan kadang kala timbul rasa nyeri.
Parestesia atau kesemutan dilatarbelakangi beberapa faktor penyebab dari yang ringan hingga yang kategorinya parah.
Kalau begitu apa sebenarnya musabab hal ini terjadi parastesia ini, bagaimana gejalanya dan terpenting bagaimana cara mengobatinya ?
Apa itu parastesia ?
Gangguan kesehatan seperti ini terjadi pada daerah tangan dan kaki kita seperti tertusuk jarum.
Kalau kaki tiba-tiba merasa sensasi panas sesudah jongkok yang terlalu lama maka itulah yang namanya kesemutan atau parastesia.
Saya pribadi biasa mengalami hal seperti itu dan biasanya aka hilang dengan sendirinya begitu kita mulai gerakan anggota tubuh yang kesemutan tadi.
Namun parastesia itu ada yang bersifat sementara saja seperti yang biasa saya alami tapi ada juga yang sifatnya kronis.
Khusus parastesia yang bersifat kronis, jika hal itu terjadi padahal saat itu keadaan normal (tidak jongkok) maka perlu waspada.
Sebab hal itu bisa dipastikan ada hubungannya dengan penyakit tertentu yang mungkin tidak kita sadari.
Musabab parastesia terjadi
Gangguan ini terjadi oleh sebab adanya tekanan pada jaringan saraf tubuh kita khususnya yang berada pada area persendian tangan dan kaki.
Tekanan tadi akan menyebabkan sirkulasi darah pada area pembuluh darah menjadi tidak lancar sehingga memicu sensasi kesemutan.
Berbeda dengan parastesia kronis, gangguan pada saraf selain menimbulkan sensasi kesemutan juga punya efek lain.
Mengutip dari literatur kesehatan American academy of neorology bahwa secara medis ada beragam gangguan saraf yang biasa manusia alami, yaitu :
1. Neuropati
Gangguan saraf jenis yang pertama ini merupakan indikasi dari kerusakan saraf dan itu sering penderita diabetes alami.
Sekujur tubuh akan merasakan sensasi kesemutan saat gula darah naik begitu tinggi , kulit terasa gatal dan rasanya panas.
Pun hal serupa diungkapkan juga oleh Michelle L Mauermann bersama rekan-rekan peneliti dalam jurnal yang sudah dirilis pada situs https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41247746/.
Ia menyatakan bahwa terdapat lebih 200 sebab neuropati perifer dengan gejalanya bervariasi yakni mati rasa ringan pada kaki hingga paling parah dan membuat tidak bisa berjalan.
Penyakit diabetes penyebab paling umum dari neuoropati ini dan hal tersebut mempengaruhi 206juta orang di seluruh dunia.
2. Radikulopati
Jenis kedua ini merupakan sebuah kondisi jaringan saraf yang mengalami tekanan, peradangan hingga iritasi.
Keadaan seperti ini biasa dialami pada seorang pasien penderita penyempitan saraf tulang belakang atau biasa di bilang juga saraf terjepit.
Sebuah pengalaman pribadi dari ibu saya yang beberapa tahun silam pernah mengalami patah tulang paha dan rusuk akibat kecelakaan.
Saat usianya sudah lanjut usia sering mengalami kesemutan dan rasa sakit pada area bekas tulang patah.
Diagnosa dokter ortopedi dan dokter ahli saraf mengatakan ibu saya mengalami saraf terjepit Bahwa saraf area paha dan tulang rusuk masuk ke area bekas tulang patah.
Dampaknya, dalam hitungan bulan ibu saya sudah tidak bisa berjalan lagi, hanya bisa berbaring tidur . Namun itu pun tidak nyaman karena bergerak sedikit saja selalu terasa nyeri, yang membuat ia tidak bisa tidur semalaman.
Lepas dari pengalaman saya tadi, selain dari 2 sebab tadi saya uraikan, ada juga faktor lain yang menjadi musabab parastesia.
Dr. Peter J. Dyck, MD seorang ahli saraf dari mayo klinik (mayoclinic.elsevierpure.com) menyebut faktor lain parastesia kronis ini. Ia meyebutkan sumbernya berasal dari
- Alkohol
- Obat kemoterapi
- Terpapar logam berat
- Kekurangan nutrisi (vitamin B1, B6, B12)
Diagnosis Parastesia
Saat kita sering mengalami kesemutan dengan intensitas yang berdekatan maka saya anjurkan segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah deteksi atau diagnosis awal yang meliputi :
1. Anamnesis
Jadi tahapan awal ini berupa dialog singkat dengan sejumlah pertanyaan yang mesti kita jawab
a. Berapa lama gangguan kesehatan ini anda alami
b. Apakah sudah kita alami sebelumnya
c. Apakah punya riwayat penyakt lain
d. Apa profesi kita sehari-hari
e. Apa yang kita pernah lakukan untuk coba mengatasi masalah tersebut
2. Pemeriksaan fisik
Pada tahap kedua ini dokter melakukan pemeriksaan fisik neorologis lengkap untuk mengetahui sumber penyebabnya parastesia itu.
Menurut standar praktik klinis dari American Academy of Neuorology Area tubuh yang bakal scan pemeriksaan mencakup area kepala, tulang belakang, telapak kaki, telapak tangan dan wajah.
Bila keluhan kita merasa lemah, maka pemeriksaan dokter meliputi otot tangan, oto tungkai kedua kaki dan otot wajah.
Langkah pengobatan
Seperti sudah saya uraikan sebelumnya ada 2 jenis parastesia yakni yang bersifat temporer dan yang bersifat kronis. Untuk itu langkah mengobatinya tergantung pada kondisi yang terjadi.
1. Parastesia temporer
Untuk kasus kesemutan dengan kategori ringan sesuai pengalaman pribadi saya, mengobatinya cukup sederhana saja. Goyangkan area yang merasa kesemutan tadi dan pastikan bergerak biar cepat lancar aliran darahnya.
Untuk mencegah biar tidak terjadi lagi, hindari posisi tubuh yang bisa menekan jaringan saraf seperti jongkok, duduk bersila.
Selain itu juga terapkan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B, semisal sayur bayam, keju, susu, daging.
2. Parastesia kronis
Untuk kasus kedua ini, solusi terbaik pengobatan dengan berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan diri pada dokter ahli. Jangan coba-coba mengkonsumsi obatan tertentu dengan resep sendiri karena taruhannya nyawa kita bisa melayang.
Misal karena merasa nyeri hebat maka kita konsumsi obat fargetix karena memang obat ini memang peruntukannya untuk menghilangkan nyeri.
Semoga bermanfaat
Tags:
KESEHATAN