sayuran segar: tips memilih dan menyimpannya
Sayuran segar dalam ilmu gizi modern meniadi salah satu booster kesehatan paling populer.
Sayuran segar dalam ilmu gizi modern meniadi salah satu booster kesehatan paling populer. Bagaimana tidak, karena supply sayuran punya peran besar dalam hal penyediaan vitamin, mineral hingga antioksidan.
Kita semua bersepakat, setiap orang pasti menginginkan tubuhnya sehat dan bugar sehingga apa pun pekerjaannya bisa terlaksana dengan baik.
Nah agar mendapat manfaat optimal maka perlu kita tahu tips memilih sayuran segar yang benar. Berikut panduan praktisnya yang bisa anda terapkan :
Tips memilih sayuran segar
1. Perhatikan warna sayuran
Warna pada sayuran bukan sekedar estetika atau keindahan. Pigmen alami seperti klorofil, beta karoten dan antosianin merupakan indikator kandungan nutrisi. Bila warnanya cerah maka bisa kita pastikan sayuran itu segar.
Sebaliknya jika warnanya mulai memudar, menguning atau berubah tak wajar semisal wortel atau kentang yang kehijauan maka berarti sudah tidak segar,
Secara ilmiah, oksidasi dan paparan cahaya dapat menghancurkan vitamin dalam sayuran, terutama sekali vitamin C.
2. Sayuran berdaun tidak layu
Tekstur adalah indikator kesegaran, bayam, kangkung, selada hingga sayur sawi. Bila daunnya masih tegak, renyah dan hijau menandakan kadar airnya masih terjaga.
Itulah dalam ilmu botani, sayuran yang baru kita panen memiliki tekanan turgor yang tinggi dimana daunnya terasa keras.
3. Jangan takut sayuran bolong
Siapa sangka, sayuran yang tidak mulus sempurna justru bisa jadi lebih menyehatkan dibanding yang tidak bolong.
Daun yang pernah ulat makan merupakan petunjuk bahwa tanaman tersebut tumbuh melalui budidaya secara organik.
Dalam studi pertanian organik, keberadaan serangga kecil dianggap ekosistem alami yang sehat.
Jadi, ketika mencari sayuran segar, anda boleh mempertimbangkan untuk mengambil saur dengan daunnya yang sedikit bolong.
4. Pilih sayuran yang belum dicuci
Sayur yang masih memiliki akr atau tanah biasanya lebih awet. Proses pencucian membuat mikrostruktur kulit sayur melemah sehingga cepat menjadi layu.
Secara ilmiah, lapisan lilin alami pada sayur berfungsi menjaga kelembaban. Bila terkeluoas akibat proses pencucian maka dampaknya sayur itu akan mengering.
5. Sayuran akar harus padat dan tidak keriput
Umbi seperti wortel, kentang, bawang dan ubi, idealnya memiliki tekstur keras,kulitnya mulus dan tidak bertunas.
Sayuran yang keriput menandakan kehilangan air dan kadar nutrisinya cuma sedikit.
Semenara itu, umbi yang bertunas menandakan metabolisme pasca panen masih berjalan dan cadangan nutrisinya sudah terpakai.
6. Sayuran buah tidak boleh lembek
Tomat, terong, paprika dan ketimun seharusnya punya tekstur kokoh. Bila sudah lembek, berjamur atau hingga ada baunya, itu berarti proses pembusukan sedang terjadi.
Pembusukan ini biasanya dipicu mikroorganisme sehingga menurunkan kadar nutrisinya.
7. Belanja di pasar petani
Pasar petani biasanya menjual hasil panen yang baru diambil dari kebun mereka sehingga tingkat kesegarannya tinggi.
Selain itu juga sayuran segar yang langsung terdistribusi tanpa rantai panjang cenderung memiliki umur simpannya lebih lama.
8. Belanja di pagi hari
Pedagang sayur biasanya mendapatkan supply pagi-pagi sekali. Itu sebabnya mereka berburu sayuran sehar di pagi hari karena akan memberi peluang besar mendapat sayuran terbaik.
9. Pilih sayuran organik
Sayuran organik tidak hanya bebas pestisida tetapi juga bebas juga dari campur tangan bahan kimia lainnya.
Ciri khas sayuran organik ini yaitu :
- Daun sering bolong-bolong
- Warna daunnya lebih cerah
- Tidak ada bercak putih sisa pestisida
- Ada label organik
Tips menyimpan sayuran
Setelah mendapatkan sayuran segar selanjutnya cara menyimpannya harus benar karena menentukan kualitas nutrisinya.
1. Cuci sebelum simpan
Hilangkan tanah, akar atau daun berwarna kuning namun jangan merendam terlalu lama karena bisa mengurangi vitamin larut airnya.
2. Gunakan wadah yang tepat
Kertas cocok untuk sayuran berdaun karena menyerap kelembaban berlebih. Untuk wadah plastik, sangat cocok buat menyimpan sayuran akar.
3. Jangan simpan buah dan sayur bersama
Buah mengeluarkan senyawa etilen, gas pematangan yang mempercepat proses layunya daun.
4. Pisahkan dari daging mentah
Daging dan sayuran jangan kita simpan dalam tempat yang sama sebab untuk mencegah kontaminasi bakteri.
5. Simpan potongan sayuran dalam wadah tertutup
Lemari kulkas menjadi wadah yang tepat buat menyimpan sayuran, sebab membantu memperlambat proses aksidasi.
6. Sayuran umbi simpan di suhu ruangan
Sayuran berjenis umbi akan mudah rusak bila wadah menyimpannya lembab semisal lemari es. Jadi simpan saja umbi itu dalam suhu ruangan.
Dengan memahami cara memilih dan menyimpan sayuran segar, anda bisa mendapat asupan nutrisi yang maksimal bagi tubuh. Namun berdasar pengalaman biar tambah awet, sebaiknya pilihlah sayuran yang proses budidayanya secara organik. Baca ulasan lengkap teknik budidaya tanaman organik
Tags:
PERTANIAN
